BERIMAN KEPADA MALAIKAT
1. Makna beriman kepada
Malaikat
Beriman kepada malaikat berarti meyakini bahwa
Allah mempunyai
Malaikat-malaikat. Allah jadikan mereka dari cahaya, ciptakan
untuk senantiasa taat kepada-Nya dan tidak pernah
membangkang terhadap apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka, senantiasa mengerjakan semua perintah-Nya, terus menerus bertasbih kepada Allah siang dan malam,
tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah, dan Allah membebankan kepada mereka berbagai tugas yang berbeda-beda.
Allah berfirman:
“Akan
tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,
hari kemudian, malaikat malaikat.” (Al-Baqarah:177).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Rasul
telah beriman kepada Al-Qur’an yang telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya
demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah,
Malaikat-Malaikat-Nya, kita-kitabNya dan para rasulNya.” (Al-Baqarah:285).
Dan dalam hadis Jibril, ketika dia datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya tentang iman, Islam dan ihsan. Jibril berkata :
Beritahukanlah aku tentang iman! kemudian Rasulullah menjawab:
“Anda beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya, hari kemudian dan beriman kepada taqdir baik dan buruknya.”
Kedudukan dan hukum beriman kepada
Malaikat.
Beriman kepada malaikat merupakan rukun kedua dari rukun iman yang enam, tidak sah keimanan seseorang tanpa beriman kepada malaikat. Para ulama sepakat bahwa hukum beriman kepada malaikat adalah wajib, barangsiapa mengingkari keberadaan mereka atau sebagian dari mereka yang telah disebutkan (nama-namanya) oleh Allah, maka ia telah kafir dan menentang Al-Quran, sunnah dan
ijma’.
Allah berfirman:
“Barangsiapa
yang kafir kepada Allah, malaikatmalaikat- Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat
sejauh-jauhnya.” (An-Nisa’: 136).
2. Cara beriman kepada
Malaikat
Beriman kepada malaikat ada dua cara, beriman secara global dan secara terperinci, adapun beriman kepada malaikat secara global mencakup
beberapa hal, diantaranya :
Pertama : Mengakui keberadaan malaikat, dan bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah.
Diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, dan keberadaan mereka adalah hakiki. Ketidak mampuan kita
melihatnya bukan berarti mereka tidak ada, karena betapa banyak benda atau
makhluk kecil dan halus di alam maya pada ini yang kita tidak bisa melihatnya, tapi
benda itu benar-benar ada. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat malaikat Jibril dua kali dalam bentuk aslinya, begitu pula sebagian sahabat pernah menyaksikan sebagian malaikat dalam bentuk manusia. Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitabnya “Musnad” dari Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata :
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayapnya menutupi ufuk”. Dalam hadis
Jibril yang diriwayatkan oleh imam Muslim, bahwa Jibril datang dalam bentuk
seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam rambutnya,
tidak kelihatan padanya bekas musafir, dan tidak seorangpun diantara sahabat
yang mengenalnya.
Kedua : Menempatkan mereka sesuai dengan kedudukan yang Allah tetapkan
untuk mereka, dimana mereka adalah sebagai hamba-Nya yang selalu siap untuk
diperintah, Allah telah memuliakan mereka dengan mengangkat kedudukannya serta
mendekatkan mereka kepada-Nya, dan bahwasanya di antara mereka ada yang sebagai
utusan untuk membawa wahyu dan yang lainnya sesuai dengan kehendak Allah subhanahu wataala .
Sekalipun demikian mereka adalah hamba Allah yang
tidak bisa mendatangkan manfaat dan mudharat baik terhadap dirinya sendiri atau
orang lain dan tidak diperbolehkan sedikitpun beribadah untuk mereka, lebih-lebih
menganggap mereka mempunyai sifat-sifat ketuhanan seperti keyakinan orang-orang
nasrani terhadap Ruhul Qudus (malaikat Jibril alaihis salam). Allah berfirman:
“Dan
mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak, maha
suci Allah, sebenarnya (malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.
Mereka itu tidak
mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan
perintah-perintah- Nya.” (Al-Anbiya’:26-27).
Dan Allah berfirman :
“Mereka
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan mereka selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.” (At- Tahrim:6).
Beriman kepada malaikat secara global ini wajib hukumnya atas setiap muslim dan muslimah. Wajib atas mereka mempelajari dan meyakininya, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahuinya.
Adapun beriman kepada malaikat secara
terperinci mencakup
hal-hal berikut:
1. Asal kejadian mereka.
Allah menciptakan para malaikat dari cahaya, mencipatakan
jin dari api dan anak cucu Adam dari tanah liat, dan Allah telah menciptakan
malaikat terlebih dahulu sebelum menciptakan Adam alaihis salam. Dalam
sebuah hadits disebutkan :
“Malaikat
diciptakan dari cahaya, dan jin diciptakan dari api dan diciptakan anak
Adam dari apa yang telah dijelaskan kepadamu (yaitu
tanah).” (HR. Muslim).
2. Jumlah malaikat
Malaikat adalah makhluk yang tidak ada seorangpun mampu
menghitung jumlah mereka kecuali Allah, karena begitu banyaknya, tidak ada satu
tempat pun dengan jarak empat jari di langit kecuali disitu ada malaikat yang
senantiasa bersujud atau berdiri, sebagaimana baitul makmur di langit ketujuh setiap hari dimasuki tujuh puluh
ribu malaikat, kemudian mereka tidak (dapat) kembali masuk lagi, karena begitu banyaknya.
Pada hari kiamat akan didatangkan neraka, baginya tujuh puluh ribu tali
kendali, setiap tali kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat. Allah
berfirman:
“Dan
tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia
sendiri.” (Al Muddatsir:31).
Dan dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Langit
merintih kelelahan, dan sewajarnya dia merintih, tidak ada
satu tempat selebar tapak kaki di langit melainkan disitu ada malaikat yang
senantiasa sujud dan ruku’.”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Tentang Baitul makmur Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“Setiap
hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat, mereka tidak kembali (masuk) lagi.”
(HR. Bukhari & Muslim).
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Akan
didatangkan neraka Jahannam pada hari itu, padanya terdapat tujuh puluh ribu
tali kendali, beserta setiap tali kendali tujuh puluh ribu malaikat (yang
menariknya).” (HR. Muslim).
Begitu besar jumlah malaikat, dari dua dalil diatas kira-kira
terhitung empat ribu sembilan ratus juta malaikat, bagaimana dengan yang tidak
disebutkan jumlahnya, maha suci Allah yang telah menciptakan dan mengaturnya
dan Dialah yang tahu berapa jumlah mereka.
3. Nama-nama malaikat
Seorang muslim wajib beriman dengan nama-nama malaikat, baik yang disebutkan oleh Allah dalam Al- Qur’an maupun yang disebutkan Rasulullah dalam sunahnya. Dan yang paling mulia di antara mereka ada 3 malaikat:
a. Jibril atau disebut juga Jibrail, dia adalah
Ruhul Qudus yang bertugas menyampaikan wahyu (dengannya hati menjadi hidup) kepada rasul-rasul Allah..
b. Mikail atau disebut juga Mikal, dan bertugas
untuk menurunkan hujan (dengannya bumi menjadi tumbuh) sesuai dengan perintah Allah.
c. Isrofil bertugas untuk meniup terompet sebagai
tanda akhir dari kehidupan dunia dan awal kehidupan akhirat. Yang dengannya jasad-jasad hidup kembali.
4. Sifat-sifat malaikat
Malaikat adalah makhluk hakiki, memiliki fisik yang hakiki,
mempunyai sifat-sifat baik kholqiyah (bentuk tubuh) maupun khuluqiyah (kepribadian), diantaranya
adalah:
a. Malaikat mempunyai tubuh dan fisik yang besar. Allah ciptakan mereka dalam bentuk yang besar lagi kuat, sesuai dengan besarnya tugas yang dipikulkan kepada mereka di langit dan di bumi.
b. Malaikat mempunyai sayap. Allah ciptakan untuk mereka
sayap, ada yang dua, tiga, empat atau lebih dari itu, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menyaksikan malaikat Jibril dalam rupa aslinya, memiliki 600 sayap sampai menutupi ufuk.
Allah berfirman:
“Segala
puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan
malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan)
yang mempunyai sayap,
masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada
ciptaan- Nya apa yang dikehendaki-Nya.”
(Al-Fathir:١).
c. Malaikat itu tidak butuh kepada makanan dan minuman. Allah ciptakan mereka tidak butuh kepada makan dan minum, begitu juga mereka tidak kawin dan tidak berketurunan.
d. Malaikat mempunyai akal dan hati, mereka
berbicara dengan Allah dan Allah berbicara dengan mereka, sebagaimana pula mereka berbicara dengan Nabi Adam alaihis salam dan nabi-nabi lainnya.
e. Malaikat mampu berubah bentuk dari rupa aslinya. Allah subhanahu wataala telah memberikan kemampuan kepada mereka untuk berbentuk manusia lakilaki. Ini merupakan jawaban atas pendapat kelompok penyembah berhala yang meyakini bahwa malaikat
itu adalah anak-anak perempuan Allah. Dan kita tidak mengetahui bagaimana caranya mereka berubah rupa dan kita sangat sulit untuk membedakan mereka dengan manusia kala mereka berubah rupa sebagai manusia.
f. Malaikat itu mati. Di hari kiamat semua malaikat akan
mati termasuk malaikat pencabut nyawa, kemudian mereka dibangkitkan kembali
untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibebankan Allah kepada masing-masing
mereka.
g. Ibadah malaikat. Para Malaikat melakukan ibadah kepada
Allah dengan berbagai macam ibadah, seperti: salat, do’a, tasbih, ruku’, sujud,
rasa takut kepada Allah, cinta dan sebagainya.
Sifat-sifat ibadah malaikat:
1. Kontiniu dan terus menerus tanpa ada putus.
2. Semata-mata ikhlas karena Allah subhanahu wataala.
3. Senantiasa mentaati perintah Allah dan jauh dari kemaksiatan, karena mereka terpelihara dari dosa dan maksiat.
4. Tawadhu’ (rendah diri) kepada Allah, disertai dengan banyak ibadah.
Allah berfirman:
“Mereka
selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”
(Al-Anbiya’:20).
5. Tugas-tugas malaikat
Malaikat mengemban berbagai tugas mulia, yang telah di bebankan Allah subhanahu wataala kepada mereka, di antara mereka :
1. Bertugas memikul arsy.
2. Bertugas menyampaikan wahyu kepada para rasul.
3. Bertugas menjaga surga dan neraka.
4. Bertugas untuk mengatur awan, hujan, dan
tumbuhtumbuhan.
5. Bertugas menjaga gunung.
6. Bertugas meniup sangkakala.
7. Bertugas sebagai pencatat amalan manusia.
8. Bertugas menjaga manusia, apabila Allah hendak mentaqdirkan
sesuatu atas orang tersebut maka malaikat meninggalkannya dan terjadilah apa
yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wataala .
9. Bertugas menyertai manusia dan mendo’akannya dengan kebaikan.
10. Bertugas menjaga janin, meniupkan ruh kepada manusia, menulis taqdir rezkinya, amalannya dan nasibnya celaka atau bahagia.
11. Bertugas mencabut nyawa manusia ketika mati.
12. Bertugas sebagai penanya dalam kubur.
13. Ada yang bertugas menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari umatnya.
Maka dari itu tidak perlu berziarah ke kuburan Nabi sekedar
untuk mengucapkan salam, tapi cukup mengucapkan salawat dan salam kepadanya
dari tempat ia tinggal, karena di sana ada malaikat yang bertugas menyampaikan
salam tersebut kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan maksud dianjurkan ziarah ke masjid nabawi
adalah untuk melakukan shalat di
dalamnya.
Dan masih banyak lagi tugas-tugas malaikat selain yang disebutkan. Diantara dalil-dali yang
menerangkan tugas-tugas diatas sebagai berikut :
Allah berfirman:
“(Malaikat-malaikat) yang memikul arsy dan malaikat yang berada
di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan memintakan ampun bagi
orangorang yang beriman.”
(Ghofir:7).
Allah berfirman :
“Barangsiapa
yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkan Al-Qur’an ke
dalam hatimu dengan izin Allah.” (Al-Baqarah:97).
Dan firman Allah :
“Alangkah
dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang dzalim (berada) dalam
tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil
berkata): keluarkanlah nyawamu.” (Al-An’am:93).
6. Hak-hak malaikat terhadap manusia
1. Beriman kepada mereka.
2. Mencintai, mengagungkan mereka, dan menyebutnyebut keutamaan mereka.
3. Haram hukumnya mencaci atau menghina mereka.
4. Menjauhi apa yang mereka benci, karena malaikat merasa tersakiti dari apa saja yang menyakiti manusia.
Hikmah beriman kepada malaikat:
1. Sebagai bukti keimanan seseorang, karena tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada malaikat.
2. Menyadarkan kita akan kebesaran, keagungan dan kekuasaan
Allah subhanahu wataala , karena kebesaran makhluk adalah sebagai bukti
kebesaran penciptanya.
3. Dengan mengetahui sifat-sifat, keadaan dan
tugastugas malaikat akan menambah keimanan dalam hati seorang muslim.
4. Akan timbul rasa tenang dan aman pada diri orang mukmin, karena Allah telah menetapkan untuk setiap mereka malaikat yang senantiasa menyertai mereka.
5. Akan menambah rasa cinta kepada mereka, karena mereka melaksanaan ibadah secara sempurna, dan mereka mendo’akan ampunan untuk orang-orang mukmin.
6. Membangkitkan rasa benci terhadap
perbuatanperbuatan maksiat.
7. Membuahkan rasa syukur kepada Allah subhanahu wataala , atas perhatianNya terhadap hambaNya, dengan menugaskan malaikat untuk menjaga manusia dan mencatat semua amalan mereka serta kemaslahatan-kemaslahatan mereka yang lain.
Terkait:
BERIMAN KEPADA ALLAH, RUKUN IMAN PERTAMA.
BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLAH, RUKUN IMAN KETIGA
BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL, RUKUN IMAN KEEMPAT
BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLAH, RUKUN IMAN KETIGA
BERIMAN KEPADA RASUL-RASUL, RUKUN IMAN KEEMPAT
RUKUN IMAN
Disusun oleh :
Tim Riset dan kajian ilmiah
Universitas Islam Madinah (Bahasa Indonesia)
Diterjemahkan oleh :
Mawardi Muhammad Saleh
Madinah 1424 H.
أركان الإيمان باللغة الإندونيسية
Tidak ada komentar:
Posting Komentar