Tampilkan postingan dengan label BIOGRAFI ULAMA'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOGRAFI ULAMA'. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2018

Biografi dan Profil Ustadz Khalid Basalamah


Pesantrensubuh.blogspot.co.id Nama Ustadz Khalid Basalamah dikenal sebagai salah satu penceramah atau pendakwah yang kerap memberikan ceramahnya dibeberapa tempat. Ceramah-ceramah agamanya banyak beredar di Youtube dan banyak di tonton oleh netizen.

Ustadz Khalid Basalamah termasuk salah satu ustadz dengan jumlah subscriber terbanyak di Youtube sejak ia bergabung tahun 2013. Isi cermahnya pun banyak mengkaji persoalan-persoalan dalam islam dengan rujukan alquran dan sunnah serta pemahaman para ulama.

 Biografi dan Profil Ustadz Khalid Basalamah

Untuk mengetahui biografi dan profil Ustadz Khalid Basalamah lebih jelas, beliau lahir pada tanggal 01 Mei 1975 di Makassar. Nama Lengkapnya adalah Khalid Zeed Abdullah Basalamah. Keturunan Arab dari daerah Hadramaut, Yaman dilihat dari nama belakangnya yang memiliki marga Basalamah.

Beliau menghabiskan kecilnya ia habiskan di Makassar, setelah menyelesaikan pendidikan hingga sekolah menengah pertama, Khalid Basalamah kemudian bernagkat ke Madinah, Saudi Arabia dan melanjutkan pendidikannya SMA nya disana di tahun 1990an.

Setiap harinya yang ia lakukan adalah belajar agama seperti belajar tentang ayat-ayat alquran serta hadist nabi. Kegiatan lain yang Khalid Basalamah lakukan hanyalah pergi ke sekolah ataupun pergi ke masjid Nabawi untuk beribahadah. ia juga biasa mengunjungi orang-orang Indonesia yang menetap disana.


Khalid Basalamah menyelesaikan pendidikannya S1 nya di Universitas Madinah. Setelah itu ia kembali ke Makassar. tahun 2000an. Istri Khalid Basalamah diketahui merupakan seorang muallaf.

Dari pernikahannya tersebut, beliau dikauniai empat orang anak. Untuk pendidikan tingkat master, ia selesaikan di Universitas Muslim Indonesia di Makassar. Dan gelar doktor atau S3 ia selesaikan di Universitas Tun Abdul Razak, Malaysia.

Ustadz Khalid Basalamah saat ini lebih banyak mengisi waktunya dengan menjadi seorang penceramah. Mengisi kajian islam dari masjid ke masjid. Dalam menyampaikan dakwahnya beliau selalu berdasarkan dari alquran dan hadist serta dari pemahaman pemahaman para sahabat dan serta ulama.

Adapun beberapa kitab yang sering dikaji oleh ustadz Khalid Basalamah dalam setiap ceramahnya adalah yaitu Kitab Bulughul Marom yang berisikan kumpulan hadist mengenai masalah fiqih (hukum) serta kitab Minhajul Muslim yang berisikan penggambaran mengenai ajaran islam secara menyeluruh.

Cara penyampaian dakwahnya pun mudah dimengerti sehingga tak mengeherankan bila jamaah yang hadir selalu ramai saat ia membawakan kajian, meskipun banyak tuduhan-tuduhan negatif yang dialamatkan kepadanya.

Selain sibuk dalam aktivitas dakwah, Ustadz Khalid Basalamah juga menjalankan usaha bisnis. Adapun salah satu usahanya adalah bisnis restoran makanan khas Arab bernama Ajwad Resto yang kini berada di bilangan Kramatjati, Jakarta.


Beliau juga berbisnis souvenir khas timur tengah, travel umroh dan haji, serta penerbitan buku-buku islam. Disamping itu Ustadz Khalid Basalamah juga menjadi ketua Yayasan Ats Tsabat di Jakarta Timur, ia juga sebagai ketua dalam pengiriman dai ke Irian dan penasehat di saluran tv dakwah WesalTV.


Apa Hubungan Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Reza Basalamah?

Banyak yang bertanya-tanya apa hubungan antara Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Reza Syafiq Basalamah. Apakah mereka bersaudara? Keduanya bukanlah saudara kandung. Khalid Basalamah dan Reza Syafiq Basalamah, keduanya hanya memiliki kesamaan marga yakni sama-sama bermarga Basalamah yakni marga keturunan Arab yang berasal dari daerah Hadramaut, Yaman.

Mereka berdua juga merupakan alumni Universitas Madinah bedanya Khalid Basalamah menyelesaikan pendidikan sampai S1 dan Reza Syafiq Basalamah menyelesaikan pendidikannya hingga S3 atau doktor  di Universitas Madinah.


Sumber : www.biografiku.com 

Kamis, 17 November 2016

BIOGRAFI IMAM NAWAWI


Nama beliau adalah Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Mury bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum' ah bin Hizam an-Nawawi ad-Dimasyqi asy- Syafi'i . Beliau diberi julukan Al Imam (Pemimpin), Al Hafidz (penghafal), Al Qudwah (teladan), Syaikhul Islam (tokoh di kalangan muslimin), Imamul Auliya’ (pemimpin para wali) dan Muhyiddin (yang menghidupkan agama). Julukan-julukan itu menunjukan kehebatan, kecerdasan dan keshalihan Al Imam An Nawawi.
Beliau lahir pada pertengahan (sebagian riwayat menyatakan pada sepeluh hari pertama) Muharram tahun 631 H di desa Nawa, karena itu beliau lebih di kenal dengan julukan Al Imam An Nawawi. Nawa terletak 85 KM sebelah selatan kota Damaskus, Syiria.

Pada tahun 649 H, atau 10 tahun dari usia beliau, beliau berkelana ke Damaskus dan tinggal di kota itu untuk menuntut ilmu. Bersama gurunya, Kamal bin Ahmad, beliau menghafal kitab Al Muhadzdzab dalam waktu empat setengah bulan.

Beliau belajar berbagai cabang ilmu dan menela’ah banyak kitab hadits: Al Musnad Imam Ahmad, Al Muwatha’ Imam Malik, Syarah Sunan dari Al Baghowi, Sunan Daruquthni dan kutubus sittah (Julukan untuk 6 kitab hadits, yaitu: Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan An Nasa’I dan Sunan Ibnu Majah). Beliau belajar kepada para gurunya antara lain: Syaikh Ar Ridha bin Al Burhan, Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad Al Aushani, Syaikh Zainudin bin Abdul Daim dan lai-lain.

Menulis buku termasuk aktivitas beliau yang diutamakan sehingga mampu melahirkan karya-karya yang banyak dan bermanfaat bagi kaum muslimin. Diantara kitab karangan beliau adalah: Syarah Shahih Muslim, Riyadhus Shalihin, Al Adzkar, Al Arba’in, Al Irsyad fi ‘Ulumil Hadits, dll.

Imam Nawawi selain merupakan sosok penuntut ilmu yang gigih, beliau juga sangat kuat dalam mengamalkan dan mengajarkannya. Beliau tekun berdzikir, shalat, puasa, sabar dalam keseerhanaan dan selalu tampil dalam Al Amru bil Ma’ruf dan An Nahyu Anil Munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran). Beliau tekun mengajar tanpa mengambil imbalan apapun. Dan diantara murid-murid beliau yang menjadi ulama besar adalah: Al kHatib Shadr Sulaiman Al Ja’fari, Syihabuddin Ahmad bin Ja’wan dan Ibnu Al Athar.


Beliau meninggal dunia pada usia 47 tahun yaitu pada tanggal 24 rajab 676 H seteah menderita sakit dan dikuburkan di kota yazar. Semoga Allah merahmati beliau.