Tampilkan postingan dengan label HDITS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HDITS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Maret 2017

HADITS DHO'IF TENTANG DOA MEMASUKI AWAL BULAN RAJAB


HADITS DHO'IF TENTANG DOA MEMASUKI AWAL BULAN RAJAB

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ رَجَب قَالَ : « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ »

"Dari Anas bin Malik radhiyallohu anhu, (ia berkata): "Adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa: "Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan."

TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad I/259, Ibnu As-Sunni di dalam Amal Al-Yaum wa al-Lailah no.659, Al-Baihaqi di dalam Syu'ab al-Iman III/375, Abu Nu'aim di dalam Al-Hilyah VI/269, Al-Bazzar di dalam Musnadnya I/285 no.402, dan Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath IV/189, dan di dalam kitab Ad-Du’a I/284.

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya DHO'IF (Lemah), karena di dalam sanad (jalur periwayatan)nya ada dua cacat, yaitu:

1) Zaidah bin Abu Ruqqad Al-Bahili. Da seorang perawi yang haditsnya mungkar.

Abu Hatim Ar-Rozi berkata tentangnya: “Dia meriwayatkan dari Ziyad An Numairi dari Anas bin Malik hadits-hadits yang marfu’ namun mungkar, dan kami tidak mengetahui (kemungkaran, pent) itu darinya atau dari Ziyad, dan sy jg tidak mengetahui bahwa ia meriwayatkan (hadits) dari selain Ziyad..dst”.

Imam al-Bukhari dan Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata tentangnya: "Dia seorang perowi yang haditsnya mungkar."

Abu Daud berkata: "saya tidak mengenal beritanya."

An-Nasai berkata: "Saya tidak mengetahui siapa dia."

Imam Adz-Dzahabi berkata: "Dia tidak dapat dijadikan hujjah."

2) Ziyad bin Abdullah An-Numairi al-Bashri. Dia seorang perowi hadits yg Dho'if (lemah).

Yahya bin Ma'in berkata tentangnya: "Dia seorang yg Dho'if (lemah) haditsnya."

Ad-Daruquthni berkata: "Dia bukan orang yg kuat (haditsnya)."

Abu Hatim Ar-Rozi berkata: “Haditsnya boleh ditulis namun tidak dapat dijadikan sebagai hujjah”.

Ibnu Hibban di dalam kitabnya Al-Majruhin menerangkan: “Dia seorang yang haditsnya mungkar. Dia meriwayatkan dari Anas hadits-hadits yang tidak menyerupai hadits yg diriwayatkan para perowi tsiqoh (terpercaya), tidak boleh berhujjah dengannya."

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Dia seorang perowi hadits yg Dho'if (lemah)."

PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG HADITS INI:

Imam Al-Baihaqi berkata di dalam Syu'ab al-Iman III/375: "Ziyad an-Numairi bersendirian dlm meriwayatkan hadits ini. Dan Zaidah bin Abi Ruqqad meriwayatkan darinya. Imam Al-Bukhari berkata: "Zaidah bin Abi ar-Ruqqod dari Ziyad an-Numairi adalah mungkar haditsnya."

An-Nawawi berkata di dalam kitab Al-Adzkar hal.274: "dan kami meriwayatkannya di dalam Hilyatul Auliya dengan sanad yang mengandung sisi Lemah (Dho'if)."

Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam takhrijnya terhadap kitab Al-Musnad nomor hadits: 2346: "Isnad hadits ini Dho'if (Lemah)."

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin berkata: "Hadits ini Dho'if dan mungkar, tidak Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya, tidak sepantasnya bagi seorang (muslim) berdoa dengan doa tsb."

Demikian penjelasan singkat tentang derajat hadits yg menerangkan anjuran doa ketika memasuki awal bulan Rajab. Semoga bermanfaat bagi kita semua , n smg kita semakin berhati2 dalam beramal ibadah kepada Allah Ta'ala. Yakni, kita tidak akan pernah beribadah kpd Allah kecuali berdasarkan dalil-dalil syar'i berupa Al-Quran al-Karim dan Hadits Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dan dengan pemahaman yg benar. Wallahu a'lam bish-showab wahuwa waliyyu at-taufiq.
 
Sumber: salamdakwah.com

Minggu, 26 Februari 2017

3 OLAHRAGA SUNNAH ROSULULLAH


Rasulullah bersabda,  
“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim)

FAEDAH BERKUDA, MEMANAH, BERENANG.
Sabda Rasulullah SAW :

“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (Riwayat Muslim)
1.  Berkuda
 

  • Berkuda amat baik untuk kesihatan manusia. Seluruh anggota tubuh badan dari kepala hingga ke kaki, dari fizikal hingga mental akan mendapat manfaatnya.
  • Bentuk lekuk badan belakang kuda - tempat di tunggang- baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia.
  • Semasa pergerakan galloping iaitu cara rentak kuda melompat dan berlari, menyebabkan vetebra tulang belakang manusia bergesel antara satu sama lain dalam keadaan harmoni, dan meransang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut, sedangkan pakar chiropraktik pun tidak mampu berbuat seperti gerakan natural tulang-tulang veterbra semasa orang menunggang kuda.
  • Seluruh anggota : tulang rangka, otot-otot, organ-organ viseral - termasuklah sistem penghadaman, sistem saraf, sistem voluntary mahupun involuntary, organ perkumuhan, malah geseran kepada organ-organ seksual akan teransang secara optimum untuk menjadi semakin sihat. Penunggang kuda yang hebat selalunya bebas dari mengalami sakit belakang atau ’ter’gelumang dengan tabiat-tabiat seks yang di luar tabie. Selain itu menunggang kuda turut mencerahkan mata sebab terdapat ransangan terhadap saraf kranial semasa gerakan ‘galloping’ kuda.

2.  Memanah
 

  • Melatih emosi dan fizikal untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik beratkan body balancing. Maka jika pemanah emosinya tertekan, makapanahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, sukan ini melatih manusia bertenang dan menstabilkan emosi.
  • Individu yang tidak tenang, gopoh, pemarah, kurang sabar atau kurang sihat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik.
  • Perbuatan melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya perlu satu kekuatan fizikal, sukan ini juga satu latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fizikal dan mental.

Bersabda Rasulullah SAW,
” Kamu harus belajar memanah kerana memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (Riwayat Bazzar, dan Thabarani dengan sanad yang baik)  

3.  Berenang
 

Semasa berenang, mental, fizikal, segala otot dan tulang rangka digerakkan untuk membuat satu gerakan yang berkoordinasi antara dua anggota kaki dan dua anggota tangan, selain meransang stamina ( sistem kardiovaskular )
Berenang juga memberi peluang manusia untuk menguasai air serta menjadi berani.

"dan sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya.” (Riwayat Ahmad)

“Ya! Demi Allah, sungguh ia (Rasulullah s.a.w.) pernah bertaruh terhadap suatu kuda yang disebut sabhah (kuda pacuan), maka dia dapat mengalahkan orang lain, ia sangat tangkas dalam hal itu dan mengherankannya.” (Riwayat Ahmad)

Taruhan yang dibenarkan, atau yang dimaksud di sini ialah suatu upah (hadiah) yang dikumpulkan bukan dari orang-orang yang berpacu saja atau dari salah satunya saja, tetapi dari orang-orang lainnya.
"Adapun hadiah yang dikumpulkan dari masing-masing yang berpacu, kemudian siapa yang unggul itulah yang mengambilnya, maka hadiah semacam itu termasuk judi yang dilarang. Dan Nabi sendiri menamakan pacuan kuda semacam ini, yakni yang disediakan untuk berjudi, dinamakan Kuda Syaitan. Harganya adalah haram, makanannya haram dan menungganginya pun haram juga." (Riwayat Ahmad).

Dan baginda bersabda:
“Kuda itu ada tiga macam: kuda Allah, kuda manusia dan kuda syaitan. Adapun kuda Allah ialah kuda yang disediakan untuk berperang di jalan Allah, maka makanannya, kotorannya, kencingnya dan apanya saja – mempunyai beberapa kebaikan. Adapun kuda syaitan, yaitu kuda yang dipakai untuk berjudi atau untuk dibuat pertaruhan, dan adapun kuda manusia, yaitu kuda yang diikat oleh manusia, ia mengharapkan perutnya (hasilnya), sebagai usaha untuk menutupi kebutuhannya." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sumber :http://meyheriadi.blogspot.co.id

Olahraga Sunnah, MEMANAH


Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda:
يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ صَاحِبَهُ الَّذِي يَحْتَسِبُ
فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالَّذِي يُجَهِّزُ بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَالَّذِي يَرْمِي بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا
وَإِنْ تَرْمُوا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا
“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD – 16699)
Hadits di atas menggambarkan betapa Rasulullah saw sangat menganjurkan agar seorang muslim peduli dengan persiapan untuk berjihad di jalan Allah. Memanah dan berkuda merupakan dua kegiatan yang terkait dengan hal itu. Dan seorang muslim perlu memiliki semangat untuk berjihad di jalan Allah. Mengapa? Karena Nabi saw memperingatkan bahwa raibnya semangat berjihad mengindikasikan hadirnya kemunafikan dalam diri.
مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ نَفْسَهُ
بِالْغَزْوِمَاتَ عَلَى شُعْبَةِ من نِفَاقٍ
“Barangsiapa mati dan belum berperang dan tidak pernah bercita-cita untuk berperang, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafiqan” (Abu Dawud 2141)
Seorang muslim diharapkan memiliki kecintaan kepada agamanya sehingga ia rela mengorbankan jiwanya demi kemuliaan Islam jika tuntutannya demikian. Dan berjihad di jalan Allah merupakan bukti tertinggi komitmen seorang muslim. Bahkan Al-Qur’an menggambarkan muslim yang bersedia mengorbankan jiwa dan hartanya demi menegakkan agama Allah adalah seperti orang yang terlibat dalam perniagaan terbaik dengan Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ
مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.” (QS Ash-Shoff 10-13)
Tradisi jihad sebagai sebuah perniagaan atau jual-beli antara orang beriman dengan Allah SWT bukan merupakan tradisi yang baru diperkenalkan oleh Nabi Akhir Zaman, yaitu Nabi Muhammad saw. Namun tradisi ini sudah Allah tetapkan semenjak diwahyukannya Kitab Taurat kepada Nabi Musa as dan Kitab Injil kepada Nabi Isa as.

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ
بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ
وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. (QS At-Taubah 111)
Allah SWT menawarkan kepada orang beriman agar menjual diri dan harta mereka kepada Allah SWT dengan bayarannya berupa surga untuk mereka. Wujud jual-belinya ialah berupa kesediaan seorang mukmin untuk berperang di jalan Allah, lalu ia membunuh atau terbunuh di medan perang. Perkara ini sudah Allah janjikan semenjak turunnya Kitab Taurat dan Injil kemudian Al-Qur’an. Ironisnya dewasa ini, masyarakat yahudi-nasrani yang mendominasi dunia diizinkan dan dimudahkan untuk membangun kekuatan militer mereka. Bahkan mereka dapat dengan seenaknya mengerahkan armada perangnya ke negeri mana saja yang mereka sukai. Termasuk ke negeri-negeri kaum muslimin sebagaimana yang kita saksikan di Palestina, Irak dan Afghanistan. Kehadiran pasukan mereka di bumi Islam tidak dipandang sebagai sebuah tindak kriminal atau pelanggaran hukum internasional. Sementara bila kaum muslimin berusaha mempersenjatai diri, maka mereka segera dilabel sebagai kelompok teroris.

Maka sudah tiba masanya bagi ummat Islam untuk memperhatikan kewajiban syariat yang satu ini. Tidak pantas bila ummat Islam menghindar untuk mempersiapkan diri membangun armada perang sedangkan Barat kafir yang diwakili oleh kekuatan militer yahudi-nasrani dibiarkan bebas menyusun bahkan memobilisasi kekuatan militer mereka sesuka hati. Oleh karenanya, sudah sewajarnya bila kaum muslimin berusaha sekuat tenaga untuk mempersiapakn berbagai kekuatan –termasuk armada perang- dalam rangka memenuhi perintah mulia Allah SWT.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ
تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ
لا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لا تُظْلَمُونَ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS Al-Anfal 60)
Untuk itu marilah kita memulai upaya persiapan tersebut dengan melakukan apa yang jelas-jelas telah dianjurkan oleh Rasulullah saw. Di antaranya ialah memanah.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُ
{ وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ }
أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (ABUDAUD – 2153) 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ اللَّهْوُ إِلَّا فِي ثَلَاثَةٍ
تَأْدِيبِ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتِهِ امْرَأَتَهُ وَرَمْيِهِ بِقَوْسِهِ وَنَبْلِهِ وَمَنْ
تَرَكَ الرَّمْيَ بَعْدَ مَا عَلِمَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَإِنَّهَا نِعْمَةٌ كَفَرَهَا أَوْ قَالَ كَفَرَ بِهَا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (NASAI – 3522) 

Sumber: www.eramuslim.com

olahraga sunnah yang di anjurkan Rasulullah



Olahraga merupakan bentuk menjaga kesehatan dengan cara membakar lemak makanan yang kita makan, mengaktifkan kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh, mengaktifkan otot-otot tubuh di lengan, kaki, dan badan, serta membuat kerja paru-paru optimal menghirup udara bersih dan mengeluarkan udara kotor. Selain itu, olahraga merupakan bentuk pengobatan primer bagi penyakit-penyakit tertentu. Dengan berolahraga, badan menjadi kuat.

Berikut beberapa olahraga sunnah yang di anjurkan Rasulullah Saw:

1. Joging
Olahraga lari kecil atau disebut joging merupakan salah satu olahraga yang paling digemari oleh kebanyakan orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Olahraga lari merupakan olahraga yang murah meriah karena tidak banyak membutuhkan modal. Rute yang dipilih pun bebas sesuai selera kita. Misalnya, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dengan mengelilingi masjid, kemudian ke rumah beliau.

Olahraga yang sangat familier ini sangat mudah dan terjangkau oleh semua kalangan. Dengan demikian, lari merupakan salah satu olahraga yang digemari dan dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits riwayat dari Aisyah Ra., ia berkata, "Rasulullah Saw. mendahuluiku, kemudian aku mendahului beliau, begitulah seterusnya. Hingga saat badanku sudah gemuk, kami pernah berlomba dan beliau yang memenangkan perlombaan itu. Kata beliau, "Kemenangan kali ini merupakan balasan atas kekalahan yang lalu." (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Ada beberapa rahasia yang terdapat dalam olahraga lari ini, yakni sangat baik untuk aerobik otot, kebugaran, dan kontrol berat badan. Bahkan, dari beberapa penelitian menyebutkan jika melakukan olahraga lari ini secara rutin banyak hak-hal positif yang akan didapat. Di antaranya, menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, dan memperkuat jantung, sehingga bisa memperkecil risiko terkena serangan jantung, menurunkan kolesterol, menurunkan tingkat stres, memperkuat tulang, terutama di bagian kaki, bahkan dapat membuat kita lebih percaya diri.

Intinya, olahraga joging dapat memberikan keuntungan bagi keseluruhan kesehatan, seperti membuat jantung kuat, sehingga semakin memperlancar peredaran darah dan pernapasan, mempercepat sistem pencernaan dan membantu kita menyingkirkan masalah pencernaan, menetralkan depresi, meningkatkan kapasitas untuk bekerja, serta mengarahkan pada kehidupan yang aktif. Selain mampu mengencangkan otot kaki, paha dan punggung, olahraga ini dapat membuat tidur lebih nyenyak.

Melempar juga merupakan salah satu olah raga yang digemari oleh Rasulullah Saw., sebagaimana dinyatakan dalam hadits berikut:
"Persiapkanlah kekuatan untuk menghadapi mereka semampu kalian. Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar. Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar " (HR. Ahmad dan Muslim).

Begitu gamblang yang disampaikan oleh Rasulullah Saw. pada hadits tersebut, sehingga beliau melambangkan melempar dengan sebuah kekuatan. Sebab, dibutuhkan tenaga yang kuat dan konsentrasi yang memadai untuk bisa memainkan olahraga ini.

Maka, salah satu hal yang perlu kita perhatikan, olahraga semacam ini merupakan olahraga yang menggabungkan antara unsur kekuatan fisik dengan kondisi mental yang stabil. Kita tidak akan dapat memainkan olahraga ini, jika kita dalam keadaan yang kurang konsentrasi. Inilah salah satu rahasianya.

Berenang merupakan aktivitas olahraga yang bisa mengombinasikan banyak hal, selain insting juga membutuhkan tenaga yang ekstra kuat. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda:
"Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan memanah " (HR. Dailami)

Salah satu rahasia di balik olahraga renang ialah sangat baik untuk paru-paru. Paru-paru merupakan salah satu organ vital yang sangat berpengaruh terhadap kondisi seluruh tubuh. Sebab, berenang mampu meningkatkan volume darah sehingga lebih banyak oksigen masuk ke paru-paru dan otot-otot lebih efisien dalam pelepasan karbondioksida. Selain itu, berenang juga memiliki manfaat kesehatan lainnya, seperti menyediakan latihan kardiovaskular yang sangat baik, sehingga memperkuat otot jantung dan meningkatkan pengiriman oksigen ke bagian tubuh yang berbeda.

Untuk saat ini, mungkin kita bisa menyebutnya sebagai traveling, yakni kegiatan olahraga berkendara kuda pada zaman Rasulullah Saw. Berkendara yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. merupakan berkendara yang bisa mendatangkan manfaat dan kesehatan. Olah raga saat ini, memang tergolong mahal, dengan begitu di kalangan masyarakat kurang begitu populer, tidak seperti olahraga lain, seperti sepak bola.

Akan tetapi, kita tidak pernah menyadari bahwa berkuda memiliki banyak manfaat bagi perkembangan dan kesehatan fisik maupun mental. Bagi fisik kita, akan mendapatkan tubuh yang selalu segar, sedangkan mental akan mendapatkan mental yang berani dengan penuh keseimbangan.

Salah satu rahasia olahraga ini ialah melatih keseimbangan karena saat menunggang kuda, posisi duduk harus selalu seimbang agar kita tidak terjatuh. Begitu juga posisi duduk yang benar saat menunggang kuda dapat membantu membentuk postur tubuh yang sempurna. Selain itu, berkuda juga bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Sebab, menurut sebuah penelitian di salah satu universitas di Kanada, jika kita menunggang kuda selama 1 jam, maka bisa membakar sekitar 100-200 kalori.

Dengan demikian, berkuda membuat kita selalu dalam keadaan bergerak, sehingga bisa menjadi salah satu cara agar kita terhindar dari kegemukan, karena kegemukan merupakan salah satu faktor yang berisiko tinggi terhadap penyakit. Selain itu, berkuda adalah olahraga outdoor, sehingga kita bisa menghirup udara segar sambil berinteraksi dengan berbagai orang yang kita temui. Dan, yang lebih penting, kita dapat berinteraksi dengan alam.

Memanah membutuhkan unsur ketepatan dan konsentrasi yang luar biasa. Oleh karena itu, bagi orang yang hendak belajar memanah, konsentrasi dan ketepatan, serta objek yang hendak dipanah merupakan unsur yang paling menentukan berhasil tidaknya olahraga ini. Unsur konsentrasi menjadi salah satu hal sehingga olahraga ini sangat digemari oleh Rasulullah Saw.

Sebagaimana diketahui, Rasulullah Saw. merupakan orang yang sangat konsentrasi dalam segala hal. Tidak pernah sedetik pun beliau lalai terhadap konsentrasi, sehingga setiap tindakannya mampu membuat berbagai keputusan yang bisa membawa manfaat bagi orang banyak. Dengan demikian, filosofi tentang memanah bisa kita maknai bahwa satu target yang hendak kita gapai, tidak akan mampu kita gapai tanpa konsentrasi dan ketepatan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw sangat menganjurkan dan gemar pada olahraga memanah ini, sebagaimana sabdanya berikut:

"Hak anak dari seorang ayahnya ialah hendaknya ayahnya mengajari menulis, berenang, memanah, dan memberi rezeki yang halal (HR. Tirmidzi).

Demikian tentang olahraga sunnah yang di anjurkan Rasulullah semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk senantiasa meneladani perilaku beliau. Aamiin.

Sumber: http://telaahsantri.blogspot.co.id

Sehat Jasmani dan Rohani dengan Olahraga Sunnah


"Berkuda itu benar-benar olahraga lahir batin. 15-20 menit berkuda sama dengan fitness satu jam. Berkuda juga mengajarkan kita berkasih sayang," kata Aa Gym. 
 
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengutip sebuah hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah. Walau pada keduanya terdapat kebaikan.” (HR. Muslim).

“Sehat itu membuat kita kuat dalam ibadah, kuat dalam berbuat kebaikan. Karena kalau kita sakit, kita jadi kurang produktif juga jadi beban bagi orang lain. Oleh karena itu berusaha hidup sehat adalah amal saleh yang membuat kita dicintai Allah SWT. Terlepas takdir sakit atau tidak, ” tuturnya pada Ahad (3/1).

“A, kenapa harus ada yang sakit? Karena Allah menciptakan dokter ya. Kalau tidak ada yang sakit, dokter saling menyuntik. Apalagi dokter gigi, bisa saling mencabut nanti. Jadi, sakit itu ladang amal bagi dokter dan ladang ilmu bagi kita. Itu adalah bagian dari hikmah sakit,” ujarnya.

“Ada lima olahraga yang dicontohkan Rasulullah saw. Pertama, jalan kaki. Jadi Rasulullah itu jalan kaki. Sekarang di jam tangan dan handphone ada alat pengukur jalan kaki. Setidaknya kita berjalan kaki 10.000 langkah dalam sehari. Itu dapat menghabiskan sekitar 300 kalori. Makin banyak jalan kaki, makin bagus,” jelasnya.

“Kedua, olahraga yang dianjurkan Rasulullah saw adalah gulat. Nah ini rada jarang kita lakukan. Kalau di kita namanya bela diri. Rasulullah itu pegulat yang tangguh. Belajar bela diri ya,” lanjut Aa Gym.

“Ketiga, berkuda. Aa dulu pernah berkuda tahun 2003 dan sekarang mulai kembali berkuda. Akhirnya aa beli kuda dan sekarang ada 30 kuda disimpan di Eco Pesantren. Berkuda itu benar-benar olahraga lahir batin. 15-20 menit berkuda sama dengan fitness satu jam. Berkuda juga mengajarkan kita berkasih sayang, nyambung perasaan kita dengan perasaan kuda,” jelasnya.

“Keempat, memanah. Orang membayangkan memanah itu olahraga biasa. Rasulullah saw itu sangat menganjurkan memanah. Memanah itu latihan fokus, olahraga pikiran. Orang memanah itu fokus, tidak ada orang memanah sembarangan,” tambahnya.

“Kelima, Berenang. Memang Rasulullah saw tidak teriwayatkan berenang, tetapi Rasulullah menganjurkan berenang. Sudahlah jangan terlalu sibuk dengan olahraga yang hanya sekedar senang. Sibuklah dengan olahraga yang menyehatkan dan berpahala,” pungkasnya. 

Sumber: http://www.daaruttauhiid.org

Minggu, 29 Januari 2017

Hadits Arba'in Ke-28: PEGANGTEGUHLAH SUNAHKU DAN KHULAFA’ AR RASYIDIN



PEGANGTEGUHLAH SUNAHKU DAN KHULAFA’ AR RASYIDIN

عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال: وعظنا رسول الله صلى الله عليه و سلم موعظة وجلت منها القلوب, و ذرفت منها العيون, فقلنا: يا رسول الله ! كأنها موعظة مودع فأوصنا. قال: أوصيكم بتقوى الله عزوجل, و السمع و الطاعة, و إن تأمر عليكم عبد. فإنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافا كثيرا, فعليكم بسنتي و سنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ, و إياكم و محدثات الأمور, فإن كل بدعة ضلالة. (رواه أبو داود, و الترمذي,و قال: حديث حسن صحيح)

Kosa kata :
عظنا : Menasihati (kami)
موعظة : Nasihat
 القلوبjamak                  القلب: hati
أمر : Memerintah        يعش  : Hidup
عليكم : Kalian harus      اياكم : Kalian Jangan

Terjemah hadits:
Dari Abu Najih Al Irbadh bin Sariah radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam memberikan kami nasehat yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami berlinang. Maka kami berkata: Ya Rasulullah, seakan-akan ini merupakan nasehat perpisahan, maka berilah kami wasiat.
Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: “Saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah ta’ala, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Karena di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perbedaan pendapat.
Hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (genggamlah dengan kuat) dengan geraham. Hendaklah kalian menghindari perkara yang diada-adakan, karena semua perkara bid’ah adalah sesat “ (Riwayat Abu Daud dan Turmuzi, dia berkata : hasan shahih)

Pelajaran:
1. Bekas yang mendalam dari nasehat Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam dalam jiwa para sahabat. Hal tersebut merupakan tauladan bagi para da’i di jalan Allah ta’ala.
2. Taqwa merupakan yang paling penting untuk disampaikan seorang muslim kepada muslim lainnya, kemudian mendengar dan ta’at kepada pemerintah selama tidak terdapat di dalamnya maksiat.
3. Keharusan untuk berpegang teguh terhadap sunnah Nabi dan sunnah Khulafaurrasyidin, karena di dalamnya terdapat kemenangan dan kesuksesan, khususnya tatkala banyak terjadi perbedaan dan perpecahan.
4. Hadits ini menunjukkan tentang sunnahnya memberikan wasiat saat berpisah karena di dalamnya terdapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

5. Larangan untuk melakukan hal yang baru dalam agama (bid’ah) yang tidak memiliki landasan dalam agama.

TERKAIT:

SETIAP KEBAIKAN ADALAH SHADAQAH, Hadits Arbain ke-25
Hadits Arba'in Ke-29: PINTU-PINTU KEBAIKAN

Hadits Arba'in Ke-29: PINTU-PINTU KEBAIKAN



PINTU-PINTU KEBAIKAN

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه, قال: قلت: يا رسول الله! أخبرني بعمل يدخلني الجنة و يباعدني عن النار, قال: لقد سألت عن عظيم, و إنه ليسير على من يسره الله تعالى عليه: تعبد الله لا تشرك به شيئا, و تقيم الصلاة, و تؤتي الزكاة, و تصوم رمضان, و تحج البيت. ثم قال: ألا أدلك على أبواب الخير ؟ الصوم جنة, و الصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار, و صلاة الرجل في جوف الليل. ثم تلا: (( تتجافى جنوبهم عن المضاجع...)) حتى إذا بلغ ((...يعملون)) ثم قال: ألا أخبرك برأس الأمر, و عموده, و ذروة سنامه ؟ قلت: بلى يا رسول الله. قال: رأس الأمر الإسلام, و عموده الصلاة, و ذروة سنامه الجهاد. ثم قال: ألا أخبرك بملاك ذلك كله ؟ قلت : بلى يا رسول الله. فأخذ بلسانه و قال: كف عليك هذا ! قلت يا نبي الله, و إنا لمؤاخذون بما نتكلم به ؟ فقال: ثقلتك أمك, و هل يكب الناس في النار على وجوههم -أو قال: على مناخرهم- إلا حصائد ألسنتهم. (رواه الترمذي, و قال: حديث حسن صحيح)
Kosa kata :
يسير : Mudah                            جُنَّة: Tameng, pelindung
تطفئ : Memadamkan                الليل جوف: Pertengahan malam
المضاجع  jamak dari                   المضجع: tempat berbaring, tempat tidur
عمود : Tiang
ذروة سنام : Puncak
بملاك ذلك كله : kunci semuanya               كف : Tahanlah
حصائد : Jamak dari  حصاد: panen, buah, akibat
ألسنة  jamak dari لسان : lidah

Terjemah hadits:
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata: Saya berkata: Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda, Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala: Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam) bersabda, Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu syurga? Puasa adalah benteng, Sadaqah akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya): “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda, Maukah kalian aku bertahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya? Aku menjawab: Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu? saya berkata: Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda, Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk).
Saya berkata, Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan? Beliau bersabda, Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkal wajahnya di neraka –atau sabda beliau: diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka. (Riwayat Turmuzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)

Kandungan Hadist :
1. Perhatian shahabat yang sangat besar untuk melakukan amal yang dapat memasukkan mereka ke syurga.
2. Amal perbuatan merupakan sebab masuk syurga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam “Tidak masuk syurga setiap kalian dengan amalnya”. Makna haditstersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke syurga selama Allah belum menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya.
3. Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajiban adalah sebab masuknya seseorang ke dalam syurga.
4. Shalat sunnah setelah shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah ta’ala kepada hambanya.

5. Bahaya lisan dan perbuatannya akan dibalas dan bahwa dia mencampakkan seseorang ke neraka karena ucapannya

TERKAIT:

SETIAP KEBAIKAN ADALAH SHADAQAH, Hadits Arbain ke-25
Hadits Arba'in Ke-28: PEGANGTEGUHLAH SUNAHKU DAN KHULAFA’ AR RASYIDIN